PANGKALPINANG — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eko Sentosa, megapresiasi salah satu pegawai Diskominfo Babel, Jumali, atas kepeduliannya dalam mendukung pengelolaan dan pengurangan sampah di lingkungan kantor.

Apresiasi tersebut diberikan, setelah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Babel menyampaikan bahwa Jumali menjadi salah satu pegawai yang dinilai aktif dan konsisten berpartisipasi dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah.

Eko Sentosa mengatakan, kepedulian yang ditunjukkan Jumali menjadi contoh positif dalam membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kerja.

“Peran aktif Pak Jumali patut diapresiasi karena menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana di tempat kerja. Ini merupakan bagian dari upaya membangun semangat bersama dalam mewujudkan lingkungan kerja yang mendukung zona integritas,” ujar Eko.

Menurutnya, penerapan zona integritas tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi maupun pelayanan publik, tetapi juga mencakup perubahan perilaku dan keterlibatan seluruh pegawai dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertib, dan berintegritas.

Eko menilai, kebiasaan memilah dan mengelola sampah yang dilakukan Jumali merupakan langkah sederhana namun memberikan dampak positif. Selain membantu mengurangi sampah yang terbuang, lanjut Eko, kegiatan tersebut juga dapat memberikan nilai tambah dari sampah yang masih memiliki manfaat.

“Pemilahan sampah sejak dari lingkungan kantor menjadi bagian dari budaya kerja yang baik. Hal ini dapat menjadi contoh bagi seluruh pegawai agar semakin peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Eko berharap kepedulian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai Diskominfo Babel untuk bersama-sama menerapkan budaya peduli lingkungan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Sementara itu, Jumali mengungkapkan ketertarikannya dalam mengelola sampah berawal dari informasi yang diperolehnya melalui internet mengenai sampah yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna.

“Awalnya saya melihat informasi dari internet bahwa sampah masih memiliki nilai guna. Mulai dari cara memilah sampah organik dan anorganik hingga bisa dikelola melalui bank sampah sehingga memberikan nilai tambah,” ungkap Jumali.

Selain mendapatkan informasi secara mandiri, Jumali juga memperoleh sosialisasi dari DLHK Babel terkait pengelolaan sampah di lingkungan Diskominfo Babel. Dari sosialisasi tersebut, ia mulai aktif melakukan pemilahan sampah dan menyetorkannya ke bank sampah.

“Saya sudah aktif di bank sampah sekitar dua tahun. Sampah-sampahnya berasal dari kantor Diskominfo, seperti kardus, kertas, botol minuman, dan wadah bekas makanan lainnya yang masih bisa dikelola,” jelasnya.

Jumali mengatakan, meskipun nilai ekonomi yang diperoleh dari pengelolaan sampah tidak terlalu besar, manfaatnya tetap dirasakan bagi kebutuhan keluarga.

“Nominal uang yang diterima dari bank sampah sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per tahun, tergantung momennya. Uangnya sangat membantu keluarga saya,” ujar ayah satu orang anak tersebut.

Menutup pernyataannya, Jumali berharap semakin banyak pegawai yang ikut berpartisipasi dalam memilah dan mengelola sampah, sehingga lingkungan kerja menjadi lebih bersih, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.