PANGKALPINANG — Aplikasi Dashboard Monitoring dan Evaluasi Kinerja Informasi Publik Terintegrasi (DASMONEV KIPer) menjadi jawaban taktis atas pemenuhan hak masyarakat dalam memperoleh informasi publik yang cepat, tepat waktu dan akurat.

Hal ini disampaikan Gubernur Hidayat Arsani melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eko Sentosa, saat membuka Sosialisasi DASMONEV KIPer, yang digelar secara online melalui aplikasi Zoom Meeting, Jumat (26/6/2026).

"Pemerintah Provinsi Babel terus berkomitmen penuh mendorong keterbukaan informasi ini di setiap lini instansi. Maka dari itu, atas nama pemerintah daerah, kami menyambut baik, mengapresiasi dan mendukung penuh sosialisasi DASMONEV KIPer," tutur Eko.

Eko mengatakan, tantangan dalam menghadirkan informasi publik yang baik, selama ini berada pada aspek koordinasi, sinkronisasi data, serta konsistensi monitoring evaluasi kinerja informasi publik antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selama ini, kata Eko, pemutakhiran Daftar Informasi Publik (DIP) masih berjalan parsial dan belum terdokumentasi dengan cepat. Akibatnya, pemenuhan hak masyarakat atas informasi yang cepat, tepat waktu dan akurat menjadi kurang optimal.

"Oleh karena itu, DASMONEV KIPer hadir sebagai jawaban taktis atas sumbatan komparasi data dan monitoring yang selama ini kita hadapi. Melalui sistem yang terintegrasi ini, proses pemantauan pemutakhiran data informasi publik dari PPID pelaksana di setiap OPD dapat dipantau secara real-time," ujarnya.

Menurut Eko, keterbukaan informasi publik bukan lagi sekadar kewajiban administratif atau penggugur kewajiban regulasi semata.

Di era digital saat ini, lanjut dia, keterbukaan informasi adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik (public trust) serta pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel (good governance).

Menurut Eko, keberhasilan aplikasi DASMONEV KIPer  sangat bergantung pada kedisiplinan dan kolaborasi aktif peserta sosialisasi selaku motor penggerak PPID di masing-masing instansi.

Maka dari itu, Eko mengajak peserta sosialisasi untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan serius hingga tuntas, meningkatkan koordinasi internal, serta menjadikan DASMONEV KIPer sebagai budaya kerja baru untuk mempermudah dan mempercepat kinerja pelayanan informasi publik kepada masyarakat.

"Serap setiap materi teknis yang diberikan oleh narasumber. Sekembalinya dari sosialisasi ini, segera lakukan konsolidasi data di OPD masing-masing agar pengisian instrumen dalam dashboard monitoring ini berjalan secara berkala dan konsisten," pesannya.

"Kemudian, jangan melihat pengisian DASMONEV KIPer sebagai beban kerja tambahan, melainkan sebagai alat bantu (tool) untuk mempermudah dan mempercepat kinerja pelayanan informasi kita kepada masyarakat," sambungnya.

"Mari jadikan aplikasi DASMONEV KIPer ini sebagai lompatan digital (digital leap) dalam mewujudkan kepulauan bangka belitung yang informatif, transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," tutupnya.

Dalam kegiatan yang diikuti 25 admin PPID Pelaksana di lingkup Pemerintah Provinsi Babel itu, turut hadir Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Babel, Ahmad Sirajudin beserta jajaran staf.